Skip links

Antisipasi Banjir Melalui Pemanfaatan Lubang Resapan Biopori

Awal tahun 2022, hujan masih sering mengguyur beberapa tempat. Masyarakat diharapkan mengantisipasi berbagai potensi bencana yang bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi, salah satunya adalah banjir. Adanya potensi berbagai bencana yang mengancam akibat tingginya curah hujan, mendorong tim pengabdian masyarakat (pengmas) Departemen Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pemanfaatan Lubang Resapan Biopori (LRB).

Mereka melakukan hal itu di Desa Ciputri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. “Kegiatan pengmas ini sepenuhnya adalah inisiatif mahasiswa Geografi UI untuk berkontribusi dalam memecahkan masalah lingkungan hidup. Kegiatan ini hanya mencakup sebagian kecil dari persoalan lingkungan dan sosial, yang dihadapi masyarakat, tidak seketika menjadi solusi,” kata Dr. Hafid Setiadi, dosen pembimbing di lapangan.

Rangkaian kegiatan ini melibatkan 17 warga Desa Ciputri, yang menerima sosialisasi dan edukasi mengenai kesadaran akan wilayah bencana. Selain itu, pemanfaatan lubang resapan biopori serta mendorong secara aktif, program perawatan lubang resapan biopori agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dudin selaku Ketua RW 09 juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim pengmas mengenai edukasi dan sosialisasi LRB ini. “Mahasiswa tersebut memberikan sumbangsih penanaman biopori. Kami tinggal merawatnya. Menanam itu masalah gampang, tetapi perawatan yang agak susah. Mudah mudahan yang telah dilakukan bermanfaat,” kata Dudin.

Kegiatan pemanfaatan lubang resapan biopori (LRB) sangat berperan penting untuk menanggulangi bencana banjir. Adanya LRB diharapkan menjadi suatu fungsi yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara langsung.  Manfaat LRB nantinya berupa meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah, sehingga mampu mengurangi genangan air serta risiko banjir akibat meluapnya air hujan.

LRB dapat dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah organik biasa, dimana sampah-sampah organik tersebut akan diurai oleh biota tanah yang akan menghasilkan pupuk kompos untuk tanaman pertanian. Kerja sama akan terus berlanjut, terutama melalui dukungan semangat dan kebersamaan pemerintah dan masyarakat Desa Ciputri.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Syahda Arquette Sedana, ketua tim pengmas, dibantu oleh 10 mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri oleh Nia Novi Hertini, S.Ap selaku Kepala Desa Ciputri, dan di kawal oleh aparat keamanan desa, yakni BABINSA serta BHABINKAMTIBMAS.

Pada pidato sambutan, Nia menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa UI yang sudah melakukan pengmas dengan penanaman biopori. ”Mudah-mudahan program ini bisa berkelanjutan dan sebagai stimulan kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan biopori di kehidupan mereka.” ujarnya.

This post is also available in: English