Skip links

Mapres FKUI Ini Menjadi Bagian dalam Tim Jurnal Internasional Bergengsi

Muhammad Faza Soelaeman, atau yang akrab disapa Faza, merupakan mahasiswa berprestasi Fakultas Kedokteran (FK) yang tidak hanya aktif di UI saja, namun juga berkontribusi di organisasi-organisasi internasional. Salah satu yang paling membanggakan adalah kontribusinya sebagai Chief Editor Journal Asian Medical Students Association (AMSA).

Asian Medical Students’ Association (AMSA) adalah organisasi yang mewakili mahasiswa kedokteran di tingkat Asia, Asia Pasifik dan sekitarnya. Perjalanan Faza sampai menjadi Chief Editor AMSA tidaklah mudah, serangkaian seleksi harus ia jalani untuk mendapatkan posisi tersebut, mulai dari pengumpulan berkas seperti CV, Motivation Letter, hingga memikirkan inovasi khusus bagi kemajuan AMSA kedepannya.

“Tahun pertama kuliah, saya juga bergabung sebagai anggota AMSA namun tidak di bidang jurnal. Di tahun kedua, baru saya mulai tertarik untuk terlibat di AMSA internasional karena ingin menambah relasi. Dari ketertarikan tersebut, saya terus mencari informasi mengenai bidang yang tepat bagi saya hingga akhirnya saya memilih jurnal sebagai bidang yang saya tekuni,” ujar Faza.

Tantangan baru yang harus ia hadapi saat menjabat sebagai Chief Editor Journal AMSA adalah perbedaan zona waktu antar anggotanya. Hal ini mengharuskan Faza untuk pandai dalam memilih waktu yang tepat. Walau begitu, Faza merasakan manfaat dari bergabung ke dalam organisasi skala dunia ini, yaitu ia menjadi lebih mengerti dalam mengolah semua literatur berbasis biomedis.

“Menjadi Chief Editor mengharuskan saya berkolaborasi dengan mahasiswa kedokteran negara lain seperti China, Jepang, Australia, UK dan masih banyak lagi. Saya jadi mengerti dalam mengolah jurnal mulai dari tahapan penerimaan hingga cara mengedit manuskrip yang benar,” tutur Faza.

Tiap tahunnya, Faza rutin mengolah dan mempublikasikan jurnal dan paper hasil konferensi internasional yang masuk ke AMSA. Tahun ini akan ada dua jurnal yang diolah yaitu dari Indonesia dan Uzbekistan. Dengan hasil yang sudah Faiz peroleh, ia masih mempunyai satu rencana terhadap karya tulisnya tersebut, yaitu membuat sebuah aplikasi permainan dari karya tulisnya tersebut. Aplikasi yang masih dalam tahap pengembangan ini diharapkan mampu untuk menimbulkan sikap anti korupsi masyarakat Indonesia.

This post is also available in: English

Leave a comment