Skip links

SIL UI Jawab Tantangan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Simposium Internasional ke-3 JESSD

Pembangunan berencana merupakan salah satu langkah untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang kini sudah terasa di tengah kehidupan masyarakat, seperti suhu ekstrim, badai, hingga banjir besar. Semua bahaya tersebut jika ditelusuri kembali pada penyebab awalnya, maka sangat berkaitan dengan interaksi manusia dan mengelola lingkungan di sekitar mereka.

“Hal ini secara signifikan meningkatkan frekuensi dan risiko bencana yang terjadi baik di tingkat domestik maupun internasional. Jika tidak diatur, tidak dikendalikan, atau tidak berkurang secara signifikan, dapat meningkatkan risiko yang dapat membahayakan mata pencaharian tiap orang di planet ini,” ujar Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M. Si., dalam Simposium Internasional ke-3 JESSD (The 3rd JESSD International Symposium) yang diselenggarakan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI), pada 27-28 Agustus 2022.

Kegiatan yang mengangkat tema “Tantangan dalam Pembangunan Berkelanjutan di Negara Berkembang”  ini, menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan akademisi, yaitu pembicara kunci terdiri dari RR Ratih Dyah Kusumastuti dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Hui Nee Au Yong dari Universiti Tunku Abdul Rahmanm, Mari Mulyani dari Oxford University, Dian Novarina dari ARRIL Group, Jessica Hanafi dari LCI Indonesia, dan Haruki Agustina dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Direktur SIL UI Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M. Si.

Budhi Soesilo yang juga merupakan Direktur SIL UI memaparkan, dunia membutuhkan perubahan ke arah yang lebih baik dengan segera. Ia meyakini bahwa The 3rd JESSD International Symposium merupakan salah satu langkah yang tepat untuk berkontribusi dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Pasalnya, kita perlu menggunakan pendekatan berbasis bukti serta mendidik diri kita sendiri terkait dengan berbagai masalah lingkungan. Bersama-sama, kita dapat menantikan masa depan cerah yang dipenuhi dengan penelitian, pengetahuan, dan teknologi yang inovatif,” kata Budhi Soesilo.

Pada hari pertama kegiatan dilaksanakan, ketiga pembicara kunci menyampaikan gagasan terkait negara berkembang mengatasi masalah krisis lingkungan, terutama sampah dan kebijakan politik lingkungan. Di hari berikutnya, para pembicara yang terdiri dari Dian Novarina membahas Lesson Learned perusahaan dalam mewujudkan keberlanjutan Lingkungan, Jessica Hanafi membahas tentang penggunaan metode LCA dalam permasalahan air, dan Haruki Agustina membahas strategi kebijakan dalam penanganan Sampah di Indonesia.

The 3rd JESSD International Symposium telah menerima sejumlah artikel dari 14 negara, yaitu Malaysia, Korea Selatan, Ukraina, Thailand, Uzbekistan, Vietnam, Nigeria, Bangladesh, Rusia, Brazil, Polandia, Tiongkok, Jerman, Tunisia, dan Indonesia. Secara konsisten JESSD International Symposium telah menjadi hub antar para peneliti dan ilmuwan yang sejak 2020 sudah menerbitkan lebih dari 300 artikel terindeks Scopus.

Simposisum internasional ini juga mendapat dukungan serta sponsor dari Danone Indonesia, Induk Koperasi kepolisian Negara Republik Indonesia (Inkoppol), PT Arlindo Grafimedia PT. Riau Andalan Pulp and Paper (APRIL Group), Bank Rakyat Indonesia, APP Sinarmas, Harita Nickel, Greenera Consulting, Pertamina Patra Niaga, Starborn Chemical, PT Prima Kana Energy, Waskita, Roatex, One-Global Synergy, dan Lintasarta.

Penulis: SIL UI| Editor: Mariana S/Maudisha AR

 

Selengkapnya:

This post is also available in: English