Skip links

Teliti Virtual Reality pada Telerehabilitasi Parkinson, Mahasiswa FKUI Juara 1 Scientific Poster di AMSC Seoul

Poster ilmiah karya bersama antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menjadi poster terbaik pada ajang internasional Asian Medical Students` Conference (AMSC) 2022 di Seoul, Korea Selatan. AMSC merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa kedokteran Asian Medical Students Association (AMSA) Internasional.

Dengan tema “Telemedicine: Is it ideal or suboptimal?“, tim yang beranggotakan Josh Nathaniel Jowono (FKUI 2020), Shakira Amirah (FKUI 2020), Natalie Gabriela Edravenia Tombokan (FK Unsrat), dan Rifkanisa Nur Faiza (FKKMK UGM), membuat poster berjudul “Breaking Through Barriers on Improving Balance and Gait in Parkinson`s Disease: A Systematic Review and Meta-Analysis of Virtual Reality Telerehabilitation”. Tim mahasiswa yang berkompetisi pada AMSC 2022 17-23 Juli 2022 di Korea Selatan merupakan perwakilan dari AMSA-Indonesia.

AMSA merupakan organisasi mahasiswa kedokteran yang bergerak di bidang sosial, medis, pendidikan, dan kemanusiaan. Dalam AMSA bergabung 28 negara, termasuk Indonesia. Selain Asia, keanggotaan AMSA meliputi Australia, United Kingdom, hingga Ukraina.

Mahasiswa FKUI Josh Nathaniel Jowono mengatakan bahwa terbentuknya kolaborasi antar mahasiswa kedokteran ini memang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi AMSC 2022. “Awal mula kolaborasi ini terbentuk ketika kami satu sama lain ingin mengikuti perlombaan tersebut, dimana memang kami sudah mengenal satu sama lain melalui organisasi AMSA. Kami sadar satu sama lain dari kami memiliki keunggulan yang berbeda, sehingga kami bisa saling melengkapi dan menghasilkan hal terbaik yang bisa kami lakukan. Kolaborasi ini memiliki visi yang sama untuk membuat karya yang implementatif dan kontributif,  khususnya di kancah internasional,” katanya.

Mahasiswa FKUI lainnya, Shakira Amirah mengaku sangat senang dan bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih. “Saya sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk mengikuti AMSC 2022. Jujur menjadi sebuah kehormatan dan kesenangan tersendiri untuk berkesempatan mempersembahkan juara pertama dalam AMSC 2022: Seoul untuk FKUI, UI, dan Indonesia,” katanya. Ia mengatakan, prestasi ini juga menjadi pemicu untuk terus belajar dan mengembangkan diri di bidang penulisan. “Selama AMSC, saya belajar banyak hal baru, belajar bagaimana berbagai negara di dunia mengembangkan ilmu ke dokteran yang mereka miliki, mulai dari studi kuantitatif hingga studi kualitatif. Saya berharap kedepannya bisa terus belajar dan mengambil banyak hal positif dari perlombaan kali ini,” ujar nya lagi.

Tim mahasiswa ini melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis tentang penggunaan virtual reality (VR) pada telerehabilitasi penyakit parkinson. “Kami melakukan review sekunder kuantitatif dan kualitatif dalam bentuk tinjauan sistematis dan meta-analisis mengenai penggunaan virtual reality dalam telerehabilitasi penyakit parkinson atau gait and balance. Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini adalah tinjauan pertama yang dilakukan, belum pernah ada penelitian serupa yang menilai efikasi penggunaan VR pada telerehabilisasi parkinson disease,” kata Shakira menjelaskan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah rehabilitatif untuk Parkinsons Disease menggunakan VR merupakan intervensi yang efektif dan lengkap dalam mendukung rehabilitasi utama dan meningkatkan keseimbangan, adherensi, dan kualitas kehidupan.

Sementara itu Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB mengatakan, “Pencapaian Shakira, Josh, dan rekan-rekan sebagai juara pertama dalam konferensi internasional adalah kebanggaan bagi kami. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran Indonesia, khususnya mahasiswa FKUI tidak kalah bersaing dengan mahasiswa kedokteran luar negeri, bahkan unggul. Kami berharap, ke depannya mahasiswa-mahasiswa FKUI semakin giat mengikuti kompetesi internasional sebagai ajang untuk menunjukkan kapasitas mahasiswa FKUI. Serta, senantiasa membuat bangga FKUI, UI, dan Indonesia.”

This post is also available in: English