id sipp@ui.ac.id dan humas-ui@ui.ac.id +62 21 786 7222

Topping Off Gedung Interdisciplinary Engineering, Home for Future Engineers

Universitas Indonesia > Berita > Berita Fakultas Teknik > Topping Off Gedung Interdisciplinary Engineering, Home for Future Engineers

Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) melaksanakan topping off ceremony pembangunan Gedung Interdisciplinary Engineering (IDE) pada Senin (15/01) di kampus UI Depok. Prosesi topping off tersebut dilakukan oleh Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K).; Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UI, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA.; Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng. IPU.; dan Direktur Operasi PT PP Urban, Dian Adi Cahyono.

Pada sambutannya, Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, menyampaikan, “Gedung IDE bukan hanya sebagai struktur fisik bangunan baru, tetapi simbol kolaborasi dan inovasi. Ini adalah langkah besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran interdisiplin. Kegiatan akademik interdisiplin ini diharapkan mampu melahirkan lulusan berwawasan luas, kritis, inovatif, kolaboratif dan luaran penelitian dalam bentuk publikasi ilmiah bereputasi tinggi, policy briefs, dan produk inovasi yang unggul, berdampak serta dapat bersaing secara global.”

Dekan FTUI Prof. Heri Hermansyah mengatakan bahwa gedung IDE memang disiapkan menjadi home for future engineers. ”Tahun 2023 yang lalu, FTUI meresmikan pembentukan tiga institut interdisiplin keteknikan, yaitu Institute for Urban Planning and Smart Cities (IUS), Institute for Energy Transition (IET), dan Institute for Biosystems and Bioengineering (IBB). Ketiga institut tersebut berperan dalam menyinergikan kegiatan pendidikan dan penelitian interdisiplin pada tema tertentu, perencanaan wilayah dan kota, transisi energi, dan rekayasa biologi. Gedung IDE akan menjadi rumah bagi ketiga institut interdisiplin ini serta advanced lab dan pusat-pusat riset dibawah ketiga institut ini nantinya.”

Ditargetkan selesai pada Maret 2024, gedung IDE FTUI dibangun setinggi 8 lantai dengan luas 6.958 m2. Gedung ini menerapkan konsep green building yang efisien dalam penggunaan energi terutama pencahayaan dan pendinginan, air dan sirkulasi udara serta bahan bangunan. Penerapan konsep green building ini diwujudkan dengan penggunaan material bangunan yang sebagian berasal dari bahan daur ulang dan kayu ramah lingkungan. Bangunan ini mengaplikasikan teknologi water harvesting, panel sel surya, dan pengolahan limbah yang sesuai dengan kebijakan zero waste. Gedung ini juga menerapkan green recovery sebesar 45% dari luas lantai dasar yaitu 355,90 m2 yang akan dijadikan taman dan plaza.

Institute for Urban Planning and Smart Cities (IUS) merupakan pusat penelitian interdisiplin di bidang perencanaan wilayah dan kota cerdas. IUS akan berperan menawarkan solusi yang dapat digunakan oleh pemangku kepentingan untuk menjawab isu-isu global terkait perkotaan dan mewujudkan kota inklusif untuk kesejahteraan masyarakat. IUS mengintegrasikan kegiatan dua pusat penelitian yaitu Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) dan Research Center for Advanced Vehicle (RCAVe), didukung advanced lab Urban Nexus and Smart Cities Lab (UNSCL), yang merupakan laboratorium inovatif untuk pengembangan kota cerdas.

Institute for Energy Transition (IET) adalah hub penelitian interdisiplin di bidang transisi energi. IES berfokus pada riset penyelesaian permasalahan energi nasional dan global terkait perubahan iklim melalui percepatan transisi sistem energi dari yang berbasis fosil menuju energi terbarukan dan rendah karbon untuk mencapai target net-zero emissions. IES akan menyinergikan dua pusat penelitian yaitu Tropical Renewable Energy Center (TREC) dan Advanced Materials Research Center (AMRC), serta memiliki dua advanced labs yaitu Energy Transition Lab (ETL) dan Sustainable Energy Systems Lab (SESL).

Institute for Biosystems and Bioengineering (IBB) merupakan hub penelitian interdisiplin di bidang rekayasa hayati. IBB bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengembangkan bahan, perangkat, dan teknologi yang didukung oleh penelitian dan sumber daya alam asli Indonesia. Kedepannya IBB akan mengintegrasikan kegiatan dua pusat penelitian yaitu Research Center for Biomedical Engineering (RCBE) dan Research Center for Biomass Valorization (RCBV), dengan dua advanced labs yaitu Advanced BioEngineering Lab (ABEL) yang memiliki tingkat keamanan biologis level 1 dan 2 dan Biological Systems Engineering Lab (BSEL).

 

Related Posts