Skip links

Tingkatkan Kualitas Dokter dan Bidan, FKUI Kolaborasi Internasional Lewat Program EATS Indonesia

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM menjalin kerja sama internasional dalam program Education and Training of Health Care Personnel for Sustainable Early Prevention of Non-Communicable Diseases in Indonesia (EATS Indonesia). Kerja sama ini melibatkan enam lintas institusi dan organisasi profesi internasional, diantaranya Ludwig-Maximilians-Universität (LMU) München Jerman, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB

Dekan FKUI Prof. Ari Fahrial Syam menyampaikan dalam sambutannya mengatakan, “Kolaborasi memainkan peran penting dalam pengobatan modern, komunikasi antar profesi sangat berperan dalam memberikan perawatan terbaik bagi pasien. Saya berharap melalui acara ini, kita dapat membangun fondasi untuk kolaborasi masa depan antar institusi untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.”

Ketua EATS Indonesia, Prof. Aryono menjelaskan pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi tenaga medis bidang ibu dan anak yang dapat diselenggarakan secara daring, sehingga mudah diakses oleh para tenaga kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. “EATS Indonesia diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam bidang kesehatan ibu dan anak untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya mengedukasi para ibu agar dapat mencegah penyakit sebelum hamil dan sesudah melahirkan,” katanya.

Bentuk kerja sama pada program EATS Indonesia adalah dengan membuat sistem pembelajaran berkelanjutan secara daring yang terdiri dari beberapa materi yang dirancang oleh FKUI dan LMU berkolaborasi dengan POGI, IDAI, dan IBI. Lebih lanjut Prof. Aryono menjelaskan bahwa setelah tiga tahun berjalan, bentuk final dari kerja sama ini adalah sebuah situs web yang dapat diakses oleh seluruh tenaga kesehatan khususnya dokter anak, dokter kandungan, dan bidan yang membahas topik-topik terkini dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Program ini telah dijalankan di Eropa dan juga beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand, dan telah terbukti memberikan hasil yang memuaskan.

 

Dari kiri ke kanan Dr. Shweta Feher (EATS Team Leader Ludwig-Maximilians-Universität (LMU) München); Prof. Dr. dr. Aryono Hendarto, Sp.A(K), M.P.H. (Ketua EATS Indonesia); Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB (Dekan FKUI); dr. Firdaus Hamid, Ph.D, Sp.MK (Wakil Dekan III FK Unhas); DR. Emi Nurjasmi, MKes (ketua PP IBI); dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) (Ketua IDAI); Ir. Doddy Izwardy, M. A (direktur peningkatan mutu tenaga kesehatan RI); Dr. dr. Ari Kusuma Januari, Sp. OG(K) (ketua PP POGI)

Peresmian program (kick-off meeting) dan penandatanganan perjanjian kerja sama program EATS Indonesia tersebut dilaksanakan secara hybrid dari Ruang Senat Akademik Fakultas (SAF) FKUI, Kampus UI Salemba pada Senin, (11/07). Hadir dalam acara tersebut Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB.; Wakil Dekan III FK Unhas dr. Firdaus Hamid, Ph.D, Sp.MK.; Perwakilan Ludwig-Maximilians-Universität (LMU) München Dr. Shweta Feher; Ketua EATS Indonesia Prof. Dr. dr. Aryono Hendarto, Sp. A(K), M.P.H.; dan Ketua EATS Unhas Dr. dr. Aidah Juliaty A. Baso, Sp.A(K), Sp.GK.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum POGI Dr. dr. Ari Kusuma Januarto Sp.OG(K); Ketua Umum IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K); Ketua Umum Pengurus Pusat IBI  Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes; Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Ir. Doddy Izwardy, M.A; Direktur IMERI FKUI Prof. dr. Badriul Hegar, Ph.D, Sp.A(K); dan Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM dr. Fatima Safira Alatas, Sp.A(K), Ph.D.

Prof. Aryono mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam EATS Indonesia, menurutnya tanpa kerja sama antara organisasi profesi dan juga dukungan dari pemerintah maka program ini tidak akan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. “Kami berharap kelak program ini akan tetap dapat dilakukan untuk jangka panjang di Indonesia dengan dukungan penuh dari semua pihak,” ujarnya.

Kerja sama antara UI, UNHAS, dan LMU merupakan kerja sama yang sinergis karena setiap universitas merepresentasikan daerah masing-masing. UI untuk Indonesia Barat, UNHAS untuk Indonesia Timur, dan LMU untuk Jerman.